Wednesday, 10 Dec 2025
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh

Khutbatul Iftitah TA. 2025/2026: Doa Pak Walikota untuk Pesantren Ibnu Syam

Khutbatul Iftitah Tahun Ajaran 2025-2026

PESANTREN IBNU SYAMPada hari Senin, 14 Juli 2025, Pesantren Ibnu Syam mengadakan acara Khutbatul Iftitah sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026. Tema acara tersebut yaitu “Tahun Perubahan: Mengokohkan Visi, Mempertajam Misi, & Meningkatkan Brand Equity”.

Acara tersebut dihadiri oleh Keluarga Besar Pesantren Ibnu Syam, para donatur, alumni Daar el Qolam-Tangerang, tokoh masyarakat setempat, dan Walikota Cilegon Pak Robinsar. Pada kesempatan kali ini Dr. Slamet memberikan sambutan, sebagaimana berikut ini:

Sambutan dari Pimpinan

Dr. Slamet mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir di acara tersebut agar bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karena Pesantren Ibnu Syam di tahun 2025 ini sudah banyak mengalami perubahan positif. Ia mengutip pesan dari Syeik Ali Ath-Tanthawi sebagai berikut:

بالشكر تدوم النعم

Artinya: “Dengan bersukur, maka nikmat itu akan langgeng.”

Selanjutnya ia berdoa:

اللهم عرف نعمك بدوامها ولا تعرفها بزوالها

Artinya: “Ya Allah kenalkan nikmatmu ini kepada kami dengan melanggengkan nikmat tersebut. Jangan kau kenalkan nikmat ini dengan kau putus nikmat tersebut.”

Sebagian orang, mereka mengenal nikmat saat nikmat tersebut sudah diputus. Seperti kenal nikmat sehat, saat ia sakit. Kenal nikmat tidur enak, saat ia tidak bisa tidur. Mengenal nikmat uang berlimpah, saat kantong kosong. Kemudian, kenal nikmat kemerdekaan, saat dijajah.

“Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa mengenalkan nikmat itu semuanya, dengan melanggengkan nikmat tersebut, bukan dengan mencabut nikmat itu dari kita semuanya,” sambungnya dalam sesi sambutan.

Tahun Perubahan

Pada bulan Juni 2025 para manajer telah mengadakan rapat kerja tahunan. Hasil dari rapat tersebut adalah banyak perubahan positif yang terjadi di Pesantren Ibnu Syam. Baik sifatnya teknis maupun akademis. Mulai dari perapihan kamar santri sampai kualitas santri, mulai dari perapihan brand blueprint Ibnu Syam sampai brand equity Ibnu Syam.

Termasuk setiap kamar pakai AC. Hal ini bukan untuk memanjakan para santri, tapi untuk keefektifan aktivitas mereka. Sehingga, ketika bangun malam, mereka semangat dan sigap untuk beribadah. Semoga dengan cara tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala selalu menurunkan keberkahan dan taufiq kepada kita semua.

Dr. Slamet berkata, “Tidak ada pemimpin hebat yang lahir daripada zona nyaman, maka kalo kalian pengen jadi orang hebat (pemimpin hebat), keluarlah dari zona nyaman.”

Ini semuanya dilakukan untuk mendidik mental para santri, karena mereka adalah calon pemimpin umat, penerus baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan para ulama. Oleh karenanya para santri harus siap hidup prihatin, dengan kondisi apapun, agar siap menghadapi tantangan zaman yang semakin beragam.

Syekh Ibnu Athaillah Assakandary dalam kitab Al-Hikam mengatakan:

اِدْفِنْ وُجُودَكَ فيِ أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَـبَتَ مِمَّالَمْ يُدْفَنْ لاَ يَــتِمُّ نَـتَاءِجُهُ

Artinya: “Tanamkan eksistensi kalian di tanah keterasingan, karena sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam, maka tumbuhnya tidak akan sempurna.”

Di Pesantren, para santri sedang ditanam, agar tumbuhnya sempurna, tidak mudah goyah saat diterpa oleh godaan zaman yang begitu dahsyat.

Hamba Pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Dr. Slamet mengajak para jamaah agar bersyukur, karena telah dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala menjadi orang-orang yang diwarisi Alquran. sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran surat Fathir ayat 32:

ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاۚ ۝٣٢

Artinya: “Kemudian, Kitab Suci itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami.”

Langkah untuk bersyukur yaitu dengan cara menaati perintah Allah subhanahu wa ta’ala, memaksimalkan peran kita sebagai calon pewaris Alquran dan menaati segala macam peraturan di pesantren. Hal ini sebagai upaya agar menjadi penghafal Quran yang fasih dan rasikh.

Target Menjadi Insan Ibnu Syam

Menjadi santri Ibnu Syam tidak cukup hafal Quran, tapi harus fasih dan rasikh (sesuai visi pesantren), juga bersanad keilmuannya sampai ulama di Negeri Syam. Hal ini karena Dr. Slamet, Ustadzah Nabilah, Syekh Abdulah, dan Asatidz di Pesantren Ibnu Syam, sanad Alqurannya bersambung ke Negeri Syam.

Pengejawantahan daripada visi fasih dan rasih itu ada di misi, yaitu melahirkan santri Ibnu Syam yang memiliki tujuh karakter insan Ibnu Syam berikut ini:

1. Berakhlakul karimah

2. Hafal Quran 30 juz dan matan tajwid bersanad

3. Hafal hadits-hadits pilihan

4. Mahir membaca kitab kuning

5. Mahir berbahasa Arab dan Inggris

6. Berwawasan global

7. Mampu memimpin amaliyah keagamaan dan kemasyarakatan

Cara yang Dapat Dilakukan Alumni

Cara yang dapat dilakukan alumni yaitu mendukung sesuai dengan posisinya masing-masing. Ada yang jadi presiden, polisi, tentara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), apapun profesinya, jadilah yang terbaik. Senantiasa menjaga tujuh karakter insan Ibnu Syam, agar menjadi orang yang bermanfaat dan dapat memberikan pengaruh positif untuk lingkungan sekitarnya.

Allah subhanahu wa ta’ala Maha Melihat apa yang kita lakukan. Semoga kelak kita semua bisa reuni di surganya Allah subhanahu wa ta’ala.

Menjadi Keluarga Allah Subhanahu wa Ta’ala

Untuk menjadi ahlul quran syaratnya tiga:

1. ‘Amalullisan (ngafal)
2. ‘Amaluzanan (mentadabburi)
3. Amalul ‘abdan (memperaktikan isi alquran)

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ اَهْلِيْنَ مِنَ النَّاسِ قَالُوْا: مَنْ هُمْ يَارَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ اَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ

Artinya: “’Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah mereka ya Rasulullah?’ beliau menjawab, ‘Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya’,” (HR Nasai, Ibnu Majah, Hakim, dan Ahmad)

Pesan Ustadzah Nabilah

Di Pesantren Ibnu Syam ini menjadi jalan kemudahan bagi para santri untuk menuju surganya Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ  . رَوَاهُ مُسْلِم

Artinya: “Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR Muslim).

Ustadzah Nabilah memberikan pesan kepada para santri sebagai berikut:

“Kita akan mengingat masa-masa indah, dan masuk surga nanti bukan sendirian, kalian akan menggandeng kami, akan menggandeng guru-guru kalian, kalian akan menggandeng tangan orang tua kalin, teman kalian, bersama-sama bergerombolan masuk surga Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi harus bersemangat. Kalau sudah semangat, luruskan niat dalam menuntut ilmu. Ingat, dalam proses meraih kemenangan itu banyak tantangannya, dan ingat setiap langkah itu langkah untuk mendekatkan kita ke surga,” pesan Ustadzah Nabilah untuk para santri.

Kemudian ia memotivasi para santri juga agar semangat dalam meningkatkan ibadahnya dan memperbaiki lagi akhlaknya.

|| BACA JUGA : Motivasi saat Milad ke-6 dan Khutbatul Iftitah Pesantren Ibnu Syam

Sambutan Walikota Cilegon

Pak Robinsar, Walikota Cilegon, mengucapkan terima kasih kepada panitia, karena telah diberikan waktu dan kesempatan untuk menyampaikan pesan serta motivasi untuk para santri. Ia berterima kasih juga kepada Pimpinan Pesantren Ibnu Syam dan jajaran, karena telah mendirikan pesantren yang fokus mencetak para penghafal Quran.

Selanjutnya pak Walikota mendoakan Dr. Slamet dan Pesantren Ibnu Syam sebagaimana berikut:

“Semoga pak Ustadz selalu diberikan kesehatan dan kekuatan, agar Pesantren Ibnu Syam ini terus berkembang, maju dan istiqomah untuk umat dan masyarakat di Cilegon ataupun Indonesia,” ucap Pak Walikota.

Pak Robinsar juga meyakinkan para santri, bahwasanya berada di Pesantren Ibnu Syam adalah tempat yang tepat untuk menuntut ilmu dan menghafal Quran. Bukan hanya belajar pendidikan formal maupun informal , tapi juga belajar soal mandiri, jauh dari orang tua atau gadget, itu semua sebagai pembelajaran di kehidupan masyarakat kelak.

Beliau dengan bangga menyebutkan bahwa kurikulum di Pesantren Ibnu Syam telah sukses dijalankan. Kemudian menyampaikan pesan kepada para santri yaitu:

“Adek-adek semua fokus untuk bisa menempuh pendidikan yang terbaik, memberikan yang terbaik juga untuk orang tua kita semua, dan juga kelak adek-adek semua bisa menjadi pemimpin untuk memajukan Indonesia menjadi kader penerus bangsa yang terbaik,” doa Pak Walikota.

Sebagai penutup, Pak Walikota berdoa kembali untuk masa depan Pesantren Ibnu Syam sebagai berikut: “Kami berharap Pesantren Ibnu Syam ini terus berkembang, maju, terus melebarkan sayapnya, untuk kebermanfaatan baik di Cilegon maupun Indonesia ini.”

Wallohu A’lam

Oleh Dewi Anggraeni / Tim Media Pesantren Ibnu Syam
Editor : Muhammad Isra Rafid, S.H

This article have

0 Comment

Leave a Comment