
PESANTREN IBNU SYAM – Pada hari Jum’at, 8 Agustus 2025, Pesantren Ibnu Syam kedatangan Dr. KH. Yusuf Mansur, S.H.I., M.E., pendiri yayasan Darul Qur’an. Pada kesempatan kali ini beliau menjadi khatib sekaligus imam sholat jumat.
Pada pukul 13.00 WIB, KH. Yusuf Mansur memberikan mau’idzah hasanah juga kepada seluruh jamaah yang hadir di aula. Pada ceramah ini beliau menekankan satu pesan utama yaitu: Jika kita benar-benar bertuhan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka tidak ada yang mustahil untuk dicapai.
Apapun hambatannya, jika Allah subhanahu wa ta’ala berkehendak, semua bisa terjadi. KH. Yusuf Mansur menuntun seluruh jamaah agar mengucapkan kalimat berikut, “Kalau kita bertuhan Allah, kita bisa menggerakkan apa saja.”
Beliau mengingatkan, bahwa banyak orang membatasi doanya hanya pada hal-hal yang terlihat, mungkin secara logika. Padahal, doa orang beriman seharusnya berani meminta hal-hal yang secara nalar manusia mustahil terjadi.
Jika kita menyerahkan urusan itu kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Dia mampu membolak-balikkan hati manusia dan mengatur segala jalan untuk mewujudkannya.
Kuncinya ada pada tiga hal, yaitu:
Meyakini bahwa tuhannya hanyalah Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana firman-Nya dalam Alquran surat Fussilat ayat 30:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ٣٠
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah,’ lalu mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah bersedih hati; bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepadamu’.”
Banyak orang hanya berani berdoa untuk hal-hal yang terlihat masuk akal. Padahal, doa orang beriman seharusnya “menembus batas logika”, meminta sesuatu yang secara nalar manusia mustahil terjadi, karena yang kita minta adalah kepada Dzat yang memiliki segalanya.
Kuncinya adalah terus berdoa dan bersabar, walau lelah. Bahkan jika doa butuh waktu bertahun-tahun untuk terkabul, orang beriman tidak menyerah karena yakin janji Allah subhanahu wa ta’ala itu pasti.
Nabi Yunus alaihis salam selamat dari perut ikan karena bergantung sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Seorang alim di Mesir mampu memindahkan gunung melalui doa, hingga raja dan rakyatnya takjub.
Kisah orang sederhana yang mendapatkan hadiah berhaji, karena Allah subhanahu wa ta’ala mengatur pertemuan tak terduga dengan orang yang tepat.
Cerita seseorang yang ingin menjual motornya, tanpa promosi pun Allah subhanahu wa ta’ala datangkan pembeli.
Semua kisah ini menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala bisa menggerakkan apapun dan siapapun untuk mewujudkan doa hamba-Nya.
Jangan membatasi doa dengan logika. Mintalah kepada Allah dengan keyakinan penuh pasti akan dikabulkan, karena bagi-Nya tidak ada yang sulit. Kita bukan orang biasa. Kita adalah hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang dimuliakan dengan iman.
Wallohu A’lam
Oleh Dewi Anggraeni / Tim Media Pesantren Ibnu Syam
Editor Muhammad Isra Rafid, S.H
Leave a Comment