
PESANTREN IBNU SYAM – Surat Luqman termasuk surat Makkiyah yang banyak menyentuh aspek aqidah. Di dalamnya terdapat pesan-pesan penting mengenai keesaan Allah subhanahu wa ta’ala, kenabian, dan hari kebangkitan. Tokoh utama yang disebut adalah Luqman Al-Hakim, seorang yang penuh hikmah, yang memberikan wasiat berharga kepada anaknya dan menjadi pelajaran bagi kita semua.
Surat ini dibuka dengan huruf muqotho’ah, sebagai bentuk pengagungan terhadap kitab suci. Al-Qur’an adalah petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Yaitu mereka yang:
Mereka diberi hidayah dan kemenangan, hidupnya penuh kemudahan, tidak takut masa depan, serta tidak bersedih terhadap masa lalu.
Ayat ini turun terkait Nadhor bin Harits yang berusaha menghalangi manusia dari kebenaran dengan cara mengangkat kisah lain atau hiburan yang menjerumuskan. Intinya, orang-orang yang berpaling dari Al-Qur’an akan mendapatkan azab.
Orang yang beriman akan mendapat surga. Luqman menekankan kepada anaknya agar mengimani keesaan Allah subhanahu wa ta’ala, karena seluruh ciptaan-Nya menjadi bukti kebesaran dan manfaat bagi manusia. Orang yang zalim dan menyembah selain Allah subhanahu wa ta’ala berada dalam kesesatan yang nyata.
Kyai Slamet menjelaskan, pelajaran dari ayat-ayat di atas yaitu pertama, ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala bisa mengantarkan kita kepada kesuksesan dunia dan akhirat, serta keberuntungan dunia juga akhirat. Kedua, haram menghalangi orang untuk menemukan jalan keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, baik dengan perkataan ataupun perbuatan.
Dua golongan orang yang tidak akan menjadi pelajar hakiki, yaitu orang yang pemalu dan sombong.
Beberapa pesan utama dalam surat Luqman adalah:
Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan siang, malam, bumi, dan seluruh makhluk, agar manusia bersyukur. Namun, ada yang enggan menerima kebenaran dan lebih memilih tradisi nenek moyang. Orang yang selamat adalah mereka yang berpegang pada tali Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah subhanahu wa ta’ala memperlihatkan kekuasaan-Nya melalui pergantian siang dan malam, peredaran matahari dan bulan, serta takdir yang pasti. Allah subhanahu wa ta’ala pula yang menyelamatkan manusia dari bahaya laut, menurunkan hujan, membagi rezeki, dan hanya Dia yang mengetahui waktu kiamat serta kematian setiap makhluk.

Surat As-Sajdah termasuk ke dalam surat Makiyyah. Keutamaan surat As-Sajdah adalah:
عن أبي هريرة رضي اللّه عنه قال : كان النبي صلّى اللّه عليه وسلّم يقرأ في الفجر يوم الجمعة الم تَنْزِيلُ السجدة ، وهَلْ أَتى عَلَى الْإِنْسانِ [الإنسان 76/ 1]. رواه البخاري ومسلم
Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, ‘Nabi shallallahu alaihi wasallam. selalu membaca di pagi hari Jum’at Alif Lam Mim Tanzil As-Sajdah, dan Hal ata alal insani (Al-Insan/76:1),” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sering sholat subuh membaca surat As-Sajdah di rakaat pertama, dan rakaat kedua membaca surat Al-Insan.
Surat As-Sajdah yaitu termasuk salah satu surat Munjiyat (penyelamat). Oleh karenanya, selain baca surat Al-Mulk, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga baca surat As-Sajdah sebelum tidur.
Karakter orang beriman yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat As-Sajdah ayat 15-19 yaitu:
Tunduk dan Bersujud
Jika mendengar ayat-ayat Allah, mereka tidak berpaling atau sombong, tetapi langsung bersujud sebagai tanda ketundukan.
Bertasbih dan Memuji Allah
Senantiasa memuji dan mensucikan Allah subhanahu wa ta’ala dalam setiap keadaan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يُسَبِّحُ مِئَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ ، أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ …
Tidak Sombong
Menjauh dari kesombongan, selalu merendahkan diri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Beribadah dengan Sungguh-Sungguh
Bangun malam (qiyamul lail), meninggalkan tempat tidur (sedikit tidur) untuk berdoa dan sholat.
Berdoa dengan Penuh Harap dan Takut
Selalu berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan rasa takut akan siksa-Nya dan harap akan rahmat-Nya.
Berinfak dari Rezeki yang Diberikan Allah
Mengeluarkan sebagian harta yang Allah subhanahu wa ta’ala titipkan untuk kebaikan.
Beramal Secara Diam-Diam
Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan bagi mereka kenikmatan surga, untuk amalan-amalan yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, maupun terlintas dalam hati manusia.
Ustadzah Nabilah menjelaskan bahwa surat As-Sajdah menjadi surat favorit Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena surat ini Allah subhanahu wa ta’ala membela Rasulullah shallallahu alaihi wasallam secara terang-terangan. Di sini Allah subhanahu wa ta’ala memberi peringatan sangat keras bagi kaum-kaum kafir, gambaran orang-orang beriman, dan diakhiri dengan Allah subhanahu wa ta’ala mengajak kita untuk memandang nikmat-nikmat-Nya, cinta-cita-Nya, serta tanda-tanda kebesaran-Nya.
|| BACA JUGA : Tadabbur Surat Ar-Rum: Menilik Kemukjizatan Alquran
Surat Luqman dan surat As-Sajdah sama-sama mengajarkan kepada kita tentang tauhid, syukur, ketaatan, dan kesungguhan beribadah. Melalui wasiat Luqman al-Hakim dan penjelasan Allah subhanahu wa ta’ala tentang sifat orang beriman, kita diajak untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bersujud dengan penuh ketundukan, serta mempersiapkan diri menghadapi akhirat. Semoga kita termasuk golongan hamba yang istiqomah dalam iman, beramal soleh, dan kelak digolongkan bersama orang-orang yang beruntung di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Wallohu A’lam
Oleh Dewi Anggraeni / Tim Media Pesantren Ibnu Syam
Editor Ustadz Muhammad Isra Rafid, S.H
Leave a Comment