Wednesday, 10 Dec 2025
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh

Tasmi 30 Juz Sekali Duduk: Cahaya Qur’an dalam Keluarga

Tasmi 30 Juz Dzikri

PESANTREN IBNU SYAMAlhamdulillah, rasa syukur yang mendalam terucap dari keluarga besar Ananda Muhammad Dzikri atas anugerah besar yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan. Sabtu malam Ahad, 13 September 2025, menjadi malam penuh keberkahan, alhamdulillah ananda Dzikri telah menyelesaikan tasmi 30 juz Al-Qur’an sekali duduk.

Bagi keluarga, momen ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi sebuah warisan rohani yang kembali hidup. Hampir 100 tahun lalu, uyut Dzikri adalah seorang santri penghafal Al-Qur’an di Jawa Timur, kemudian melanjutkan hidup di Ciamis. Setelah itu, generasi keluarga lebih banyak berkiprah di bidang keuangan dan tidak ada lagi yang menempuh jalan sebagai hafizh. Kini, doa panjang keluarga terjawab: cicitnya kembali menghidupkan tradisi Qur’ani dalam keluarga.

Perubahan Signifikan Selama di Pesantren

Orang tua Dzikri menuturkan bahwa sejak masuk ke pesantren, perubahan besar sangat terasa. Sebagai anak bungsu, Dzikri dulunya seperti kebanyakan remaja lainnya. Namun enam tahun perjalanan menuntut ilmu dan menghafal Qur’an di Pesantren Ibnu Syam telah membentuk pribadi yang lebih matang, disiplin, dan penuh semangat ibadah.

Inspirasi dari Kisah Sederhana

Bunda Dzikri juga terinspirasi dari kisah seorang bapak sederhana yang bahkan membaca surat Al-Ikhlas pun masih terbata-bata. Namun Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau lewat anaknya yang menjadi penghafal Al-Qur’an. Kisah ini menjadi penguat keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah subhanahu wa ta’ala, siapa pun bisa dimuliakan lewat Al-Qur’an.

Pesan Hikmah dari Kyai Slamet dan Ustadzah Nabilah

Syarat menjadi Ahlul Qur’an:

  1. Amal lisan – membaca dengan baik, tahsin, tajwid, tasmi’.

  2. Amal hati – tadabbur, ikhlas, menjaga iman.

  3. Amal perbuatan – mengamalkan isi Al-Qur’an, menghalalkan yang dihalalkan dan mengharamkan yang diharamkan.

Dalam tausiyahnya, Kyai Slamet mengingatkan, bahwa menjadi ahlul Qur’an tidak cukup hafal Qur’an saja, tapi juga harus menghidupkan isi Qur’an dengan hati dan amal.

Keberkahan dan Pahala

  • Khataman Qur’an adalah momen mustajab untuk berdoa, sebagaimana kebiasaan salafus shalih.

  • Dzikri yang telah memulai sunnah hasanah (kebaikan) akan mendapatkan pahala berlipat, bahkan pahala dari para santri yang meneladaninya hingga hari kiamat.

  • Orang tua, guru, dan teman yang mendukung juga mendapat aliran pahala dari perjuangan ini.

  • Setiap huruf Qur’an yang dibaca adalah kebaikan, bahkan sejak niat pertama menghafalkan.

|| BACA JUGA : Inilah Pewaris Pertama Sanad Al-Qur’an Ustadzah Nabilah Abdul Rahim Bayan

Doa dan Harapan

Keluarga besar menyampaikan terima kasih kepada Kyai, Ustadzah Nabilah, para guru, dan sahabat-sahabat yang mendampingi perjuangan Dzikri. Harapannya, semoga Dzikri menjadi anak sholeh, bermanfaat bagi umat, serta menjadi sebab keselamatan bagi keluarga di dunia dan akhirat.

Semoga momen ini menjadi inspirasi, bahwa dengan doa, tekad, dan bimbingan yang benar, Allah subhanahu wa ta’ala akan membuka jalan bagi siapa saja untuk meraih kemuliaan bersama Al-Qur’an.

Wallohu A’lam

Oleh Dewi Anggraeni / Tim Media Pesantren Ibnu Syam
Editor Ustadz Muhammad Isra Rafid, S.H

This article have

0 Comment

Leave a Comment