Sunday, 25 Jan 2026
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh

JAMDAL: Semakin Kenal, Semakin Cinta

Maulid Nabi 1447 H

PESANTREN IBNU SYAM Pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, Pesantren Ibnu Syam mengadakan acara Peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Acara ini dihadiri oleh Jaringan Muballigh Alumni Daar El-Qolam dan Laa Tansa (JAMDAL) sebagai pematerinya.

Keutamaan Majelis Sholawat dan Kerinduan kepada Rasulullah

Kyai Slamet menjelaskan bahwa apabila maulid nabi diperingati dengan cara berdzikir dan bersholawat, maka itu adalah perkara yang disyariatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan yang melaksanakannya insyaAllah dapat pahala yang besar di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, serta kemuliaan di dunia dan akhirat.

Bahkan disampaikan juga oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Iqtidha Shirathal Mustaqim, kalau maulid dilakukan dengan niat yang benar, maka ia akan mendapatkan pahala dan keutamaan yang besar di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Kyai Slamet menyampaikan bahwa setiap kali kita berkumpul dalam majelis sholawat, yakinlah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam hadir. Hanya saja, ada yang dapat merasakan dan ada yang belum.

Pernah ada seorang santri yang meragukan hal ini. Ia protes, “Masa Nabi bisa hadir? Bukankah Rasulullah sudah wafat ribuan tahun yang lalu?”

Namun, Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan kuasa-Nya. Pada suatu malam Jumat, ketika lampu dimatikan dalam majelis, tiba-tiba santri tersebut pingsan dan seakan dibawa ke alam lain. Ia merasakan suasana penuh wewangian, hingga akhirnya ia berjumpa dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Minggu berikutnya, santri itu menangis, memeluk gurunya, memohon maaf karena pernah mengingkari. Yang tadinya ia meragukan sholawat, kini justru menjadi yang paling rajin bersholawat.

Mauidzah Hasanah

Pelajaran dari Kisah Ini

Kalau belum pernah merasakan, mungkin akal sulit menerima. Tetapi ketika sudah merasakannya, hati akan membenarkan betapa mulianya majelis sholawat. Majelis ini bukan hanya memuliakan kita di akhirat, tapi juga di dunia. Karena ibadah sholawat bukan sekadar doa manusia, melainkan doa yang Allah subhanahu wa ta’ala dan para malaikat-Nya panjatkan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Ayat ini menggunakan jumlah ismiyyah, yang dalam kaidah bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang terus-menerus berlangsung (dawam). Artinya, sholawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah berhenti.

Kerinduan Bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam

Para ulama menekankan, seorang santri sejati adalah yang senantiasa rindu bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, minimal melalui mimpi. Bahkan, Imam Malik bin Anas berkata:

ما بت ليلة إلا ورأيت النبي ﷺ

Artinya: “Aku tidak pernah bermalam kecuali pasti bermimpi bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ

Artinya: “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku pula dalam keadaan terjaga,” (HR Bukhari dan Muslim).

Imam Ibn Hajar al-Haytami menjelaskan, minimal sebelum seorang hamba wafat, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam akan hadir mendampingi malaikat Izrail dalam mencabut ruhnya. Maka ruh seorang pecinta Nabi akan dijemput dengan penuh kelembutan.

Cara Meraih Mimpi Bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam

1. Memperbanyak Pengetahuan tentang Nabi

Kyai menjelaskan bahwa di bab terakhir dalam kitab Asy syamail al Muhammadiyah ada bab khusus tentang bermimpi bertemu nabi, para pensyarah kitab ini menjelaskan seolah ini isyarat bahwa kalau ingin bermimpi bertemu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kenalilah terlebih dahulu karakteristik beliau, kalau sudah mengenal, insyaAllah akan bisa bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

2. Bersuhbah dengan Orang-Orang Dekat dengan Nabi

Dekatlah dengan guru-guru yang sering bermimpi bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Walaupun amal kita belum sampai, kita akan ditarik oleh kedekatan mereka sehingga bisa turut bermimpi bertemu beliau.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegaskan, syaitan tidak bisa menyerupai beliau. Maka siapa pun yang bermimpi bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, itu benar-benar beliau.

Bahkan ada kitab khusus, yaitu kitab Mu’jam Man Ra’a an-Nabi, yang berisi kumpulan ulama dan orang-orang sholeh yang pernah berjumpa dengan Nabi shallallahu alaihi wasallam, baik dalam mimpi maupun dalam keadaan terjaga.

Sambutan Pak Walikota

Sambutan Pak Walikota

Pak Walikota menyampaikan dukungan penuh terhadap agenda yang dilaksanakan di Pesantren Ibnu Syam, sejalan dengan kebijakan yang berlaku. Beliau juga menegaskan kepada para senior JAMDAL, apabila ada masukan untuk Kota Cilegon, insyaAllah akan diupayakan menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Beliau menuturkan bahwa Pesantren Ibnu Syam merupakan tempat yang tepat untuk menuntut ilmu. Tidak hanya mempelajari keilmuan semata, tetapi juga menanamkan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat. Dengan niat yang tulus dalam belajar dan beribadah, semoga cita-cita para santri dimudahkan. InsyaAllah, Pak Walikota pun turut mendoakan yang terbaik.

Pengertian tentang Maulid Nabi

Maulid secara bahasa adalah isim zaman atau isim makan yang menunjukkan waktu atau tempat kelahiran. Sedangkan Maulud adalah isim maf’ul yang maknanya menunjuk kepada orang yang dilahirkan, yaitu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah peringatan hari kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang jatuh pada tanggal 12 Rabi‘ul Awwal tahun gajah. Alasan tahun ini disebut ‘amul fiil atau tahun gajah, karena pada tahun tersebut terjadi peristiwa besar, yaitu serangan pasukan raja Abrahah yang hendak menghancurkan Ka‘bah dengan membawa pasukan bergajah. Hewan yang paling menonjol dalam pasukan itu adalah gajah, sehingga peristiwa itu dikenal dengan nama tahun gajah.

|| BACA JUGA : Tafsir Surat Al-‘Ankabut: Hikmah Dibalik Ujian Para Nabi

Mencintai Nabi

Sekitar tahun 2011 atau 2012, Ustadz Ahmad Fauzi (sekjen JAMDAL) pernah kumpul bersama Kyai Slamet: Beliau mengatakan, “Tolong, masing-masing catat nama orang yang paling berjasa dalam hidupnya.”

Maka mulailah para santri menulis. Ada yang menulis nama ibunya, ada yang menulis nama ayahnya. Kalau Ustadz Fauzi sendiri menulis nama guru ngajinya.

Tapi ternyata, Kyai Slamet menulis satu nama yang luar biasa. Beliau menuliskan: “Orang yang paling berjasa dalam hidup saya adalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.”

MasyaAllah, itu membuat Ustadz Fauzi takjub kepada Kyai.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

فَوَ الَذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِن وَلَدِهِ وَ وَالِدِهِ

Artinya: “Demi Dzat yang jiwaku di tanganNya. Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga menjadikan aku lebih ia cintai dari anaknya dan orang tuanya,” (HR Bukhori).

Kisah dari Umar bin Khattab

Suatu hari Umar bin Khattab radhiyallahu anhu mengisahkan kepada putranya, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu, “Aku berjalan bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. dengan diiringi oleh sebagian sahabat, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan menggandengku.” Aku pun berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Demi Allah wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar benar mencintaimu!”

Mendengar pernyataan Umar itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. bertanya: “Melebihi cintamu kepada orang tuamu wahai Umar?” Aku menjawab, “Ya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. bertanya lagi: “Melebihi cintamu kepada hartamu wahai Umar?” Aku menjawab, “Ya.” Beliau meneruskannya: “Melebihi dirimu wahai Umar?” Aku menjawab, “Tidak.”

Lihatlah akan kejujuran pada diri Umar. Mendengar jawaban terakhir Umar itu, seketika Rasulullah bersabda: “Tidak wahai Umar, tidak sempurna imanmu sampai engkau mencintaiku melebihi dirimu sendiri.”

Aku kemudian keluar sambil berfikir. Kemudian dengan semangat, aku kembali menyaringkan suara sambil mengulang kalimat tadi, “Demi Allah, wahai Rasulullah, sungguh aku mencintaimu melebihi diriku sendiri.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sekarang, wahai Umar, sekarang wahai Umar (baru benar).”

Penutup

Semoga dengan hadirnya kita di majelis sholawat, Allah subhanahu wa ta’ala karuniakan kita cinta yang sejati kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga kita diberi kesempatan bermimpi bertemu beliau, hingga kelak wafat pun kita dijemput dengan kelembutan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallohu A’lam

Oleh Dewi Anggraeni / Tim Media Pesantren Ibnu Syam
Editor Muhammad Isra Rafid, S.H

This article have

0 Comment

Leave a Comment