Tuesday, 03 Mar 2026
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh

Pendidikan di Pesantren Itu Apa yang Kita Lihat, Dengar, dan Rasakan

MPLP 2025

PESANTREN IBNU SYAMKegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Pesantren (MPLP) tahun 2025 untuk santri baru ini dihadiri oleh pimpinan dan para manajer. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin-Sabtu, 7-12 Juli 2025. Di kesempatan kali ini Pimpinan Pesantren, yaitu Dr. KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam, Lc., M.A, menyampaikan pesan dan motivasinya kepada santri baru.

Berikut motivasinya:

Motivasi dari Pimpinan

Pondok Pesantren Ibnu Syam adalah rumah kalian. Saat di Pesantren, kami adalah pengganti orang tua kalian. Di sinilah kalian banyak menemukan teman yang berbeda-beda karakter dari berbagai daerah, mulai dari Sabang-Merauke. Oleh karenanya penting untuk saling asah, saling asih, dan saling asuh. Hal ini untuk membentuk karater menjadi orang hebat, the winner the leader. 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Alquran surat Al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”

Di Pesantren kalian banyak menemukan teman yang kebiasaannya tidur, tapi jangan pernah melupakan mereka setelah nanti sudah lulus, karena bisa jadi mereka menjadi orang yang melancarkan bisnis atau urusan kita. Ini prinsip yang harus ditanamkan kepada setiap santri, punya seribu teman itu sedikit, punya satu musuh itu terlalu banyak.

Kita memang tidak bisa mencegah orang lain agar tidak berbuat jahat kepada kita. Namun, jika bisa membalas kejahatan dengan kebaikan, maka kelak kalian akan menjadi orang hebat, seperti akhaknya baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Jika perilaku ini sudah diterapkan, tidak ada lagi permusuhan di antara kita.

Beruntung kalian di Pesantren Ibnu Syam, yang ngajar qurannya langsung Syekh Abdullah An-Najjar.

Syekh Abdullah An-Najjar

Tujuan kita belajar Alquran, agar kita mahir dalam memahami Alquran, mutqin, dan agar bersama para malaikat. Aisyah raḍiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ (متفق عليه).

Artinya: “Orang yang pandai membaca Al-Qur’an, dia bersama para malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala,(Muttafaqun Alaih).

Menghafal Alquran bukan buat ngejar target cepat selesai, tapi agar kita bersahabat dengan Alquran. Imam Syatibi pengarang nadzom qiroat sab’ah mengatakan:

وَخَيْرُ جَلِيسٍ لاَ يُمَلُّ حَدِيثُهُ # وَتَرْدَادُهُ يَزْدَادُ فِيهِ تَجَمُّلاً

Artinya: “Al-Qur’an adalah teman duduk yang tidak pernah membuat kita bosan untuk kita ajak bercengkrama, dan mengulang-ngulangnya justru akan menambah keindahannya.”

Kalian harus selalu berdoa, meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar menjadi sahabatnya Alquran. Jika menjadi sahabat Alquran pasti akan dimudahkan menghafal isi Alqurannya. Selain itu, harus punya rasa mengagungkan Alquran, merasa menjadi orang khususnya Allah subhanahu wa ta’ala. Jika sudah menjadi orang khususnya Allah subhanahu wa ta’ala, berbahagialah dengan surga yang akan kalian raih.

Mungin godaan setan di awal bisikan-bisikan seperti ini, “ngapain ngafal quran, hafal quran itu sulit.” Jika godaan datang di awal, jangan pernah dengarkan godaan itu, terus berjuang, berdoa terus sampai menjadi pewaris Alquran.

Untuk menjadi pewaris Alquran hendaknya kita membersamai Alquran, nanti mereka tidak akan menyesal, kecuali menyesal karena tidak mengunakan waktu tersebut untuk membaca Alquran atau berdzikir. Jangan pernah pesimis, minta kepada Allah subhanahu wa ta’ala pasti kita bisa.

Pesan dari Ustadzah Nabilah

1. Luruskan Niat

Ketika terjun ke dunia menghafal, maka hal yang paling penting di antara yang penting yaitu meluruskan niat. Dengan menata hati agar niat menghafal Qurannya tidak menyimpang kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Jika sudah lurus niatnya, nanti Allah subhanahu wa ta’ala akan mudahkan dan lancarkan proses menghafalnya.Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Alquran surat Ali Imran ayat 200 berikut ini:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَࣖ ۝٢٠٠

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

2. Kuatkan Lagi Sabarnya

Seorang santri yang sedang menuntut ilmu harus kuatin lagi sabarnya. Karena ini bagian dari proses belajar.

Jika sudah menjalankan tugas santri dengan baik, yaitu niat ikhlas dan sabar, maka selama proses menuntut ilmu akan datang keberkahan. Keberkahan ini bukan untuk santri saja, tapi kedua orang tuanya juga.

|| BACA JUGA : Kedatangan Santri Baru Tahun Ajaran 2024/2025

Nasihat dari Pimpinan

Enam tahun itu tidak lama, di Pesantren Ibnu Syam sedang dididik untuk menjadi pemimpin masa depan, harus siap susah, karena tidak selamanya kita disuapin atau tidur bersama orang tua. Di Pesantren ini kalian latihan disiplin, makan tidak seenak di rumah, ngantri, harus siap tidur telat tapi bangunnya cepat. Itu semua pengalaman yang mahal. Pendidikan di pesantren itu apa yang kalian lihat, dengar, dan rasakan.

Tidak ada pemimpin hebat yang lahir dari zona nyaman. Kalau mau hebat, harus keluar dari zona nyaman. Jika selalu ditimang-timang, enggak akan kuat dan hebat. Dan kalian adalah orang-orang hebat, pewaris Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, pejuang Islam, dan penerus perjuangan para ulama.

Selamat menjadi keluarga Pesantren Ibnu Syam, kami bangga kepada kalian, insya Allah kalian akan sukses menggapai masa depan dengan ridho dan taufiq dari allah subhanahu wa ta’ala.

Wallohu A’lam

Oleh Dewi Anggraeni / Tim Media Pesantren Ibnu Syam 
Editor : Muhammad Isra Rafid S.H

This article have

0 Comment

Leave a Comment