Tuesday, 05 May 2026
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh
  • Disinilah lahirnya para penghafal al-Qur'an yang fasih & rasikh

Tadabbur Surat Ar-Rum: Menilik Kemukjizatan Alquran

Kajian-Tafsir-Surat-Ar-Rum

PESANTREN IBNU SYAM – Surat Ar-Rum diawali dengan huruf muqatha’ah, maka di kalimat berikutnya biasanya Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan keagungan atau kemukjizatan Alquran, salah satunya fenomena alam ghaib. Perkara ini tidak mungkin disampaikan oleh makhluk, hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang tahu.

Keagungan Alquran

Dr. KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam, Lc., M.Ag. menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memberikan sentuhan keimanan kepada hamba-Nya, bahwa hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang kuasa dalam menguasai perkara dzahir maupun ghaib.

Manusia sekarang hanya tahu dzahir atau perkara dunia saja. Padahal hakikat hidup bukan untuk memenuhi hawa nafsu di dunia, melainkan untuk bertafakkur (berpikir) merenungi keagungan Allah subhanahu wa ta’ala melalui keindahan alam raya ini.

Zaman sekarang manusia banyak yang angkuh. Padahal orang-orang zaman dulu jauh lebih kaya, baik dari segi harta, kecanggihan, maupun kecerdasannya.

Akan tetapi, lihatlah mereka yang mendustakan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala, cepat maupun lambat, azab Allah subhanahu wa ta’ala akan ditimpakan ke mereka.

Maka dengan adanya mukjizat Alquran ini menjadi wasilah kita untuk lebih meningkatkan lagi keimanan dan ketakwaan kita.

Lihatlah orang-orang di luar, mereka juga banyak yang ingin ikut majelis tadabbur Alquran, namun bisa jadi bukan karena tidak bisanya mereka ikut majelis ini, tapi bisa jadi Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak izinkan mereka hadir, karena kesombongan mereka.

Adanya ayat-ayat ini agar kita tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa Allah itu hebat, agung, dan berkuasa.

Ujian Orang-Orang Terdahulu

Ustadzah Nabilah menjelaskan bahwa ujian manusia adalah diberikan cobaan iman, yang naik dan terkadang juga turun, Kesuciaannya adalah taat dan musibah nya adalah ujian untuk mereka.

Apakah kita beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala hanya dalam keadaan susah saja? Jangan menunggu Allah subhanahu wa ta’ala kasih ujian dulu, baru kita beribadah kepada-Nya.

Masalah rezeki. Ini juga bagian dari ujian bagi orang yang mempunyai rezeki. “Orang yang kaya artinya dia disayang Allah subhanahu wa ta’ala.” Ini adalah pemikiran yang keliru, karena Allah SWT memberikan rezeki kepada siapapun yang dikehendaki-Nya.

Ujian bagi orang yang beriman adalah saat ia melihat orang lain diberi rezeki dan nikmat, dan ia tidak benci dan iri hati.

Adapun Allah subhanahu wa ta’ala memberikan cara untuk mendapatkan rezeki, dari cara yang salah hingga yang benar. Cara yang salah adalah dengan riba. Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan dalam Alquran surat Ar-Rum ayat 39:

وَمَآ اٰتَيْتُمْ مِّنْ رِّبًا لِّيَرْبُوَا۠ فِيْٓ اَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُوْا عِنْدَ اللّٰهِۚ

Artinya: “Dan, sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.”

Ayat ini mengingatkan pada kita betapa ruginya riba. Bahkan, sangat bahaya karena akan menjadi musuhnya Allah subhanahu wa ta’ala. Terdapat dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 279:

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ

Artinya: “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwasanya solusi mencari rezeki dengan cara yang baik adalah dengan zakat. Allah berfirman dalam Alquran surat Ar-Rum ayat 39:

وَمَآ اٰتَيْتُمْ مِّنْ زَكٰوةٍ تُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُضْعِفُوْنَ

Artinya: “Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).”

Ganjaran bagi Manusia

Saat dahulu hajar aswad turun dari syurga, hajar aswad bukanlah warna hitam, melainkan warna putih. Namun, karena sering dipegang oleh tangan manusia yang penuh dosa, kemudian berubah menjadi hitam.

Mereka yang menghinakan agama Allah subhanahu wa ta’ala, akan mendapatkan balasan yang pedih dari Allah subhanahu wa ta’ala. Begitupun orang orang yang beriman, juga akan mendapatkan balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

|| BACA JUGA : Tafsir Surat Al-‘Ankabut: Hikmah Dibalik Ujian Para Nabi

Merenungi Tanda-Tanda Kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala

Kita kembali merenungi penciptaan dan tanda-tanda kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala dalam Alquran surat Ar-Rum, bahwasanya keenam tanda kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala di ayat 20-25, membawa kita pada rasa syukur dan rasa nikmat atas apa yang telah Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan dan karuniakan pada kita.

Orang-orang Quraisy pada zaman dahulu saat ada angin mereka sangat berharap akan turunnya hujan. Dan mereka akan meminta sesuatu atau hajat pada yang menurunkan hujan. Maka bersyukurlah pada Allah SWT akan turunnya hujan.

Di Indonesia hujan selalu turun, dan kita kembali merenungi atas hujan yang penuh rahmat, yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan dari langit sebagai bentuk kebesaran-Nya. Dan Allah subhanahu wa ta’ala juga mampu membuat tanah yang kering, gersang, panas, dan tumbuh-tumbuhan yang mati menjadi hidup kembali atas rahmat dan karunia dari-Nya

Maka tugas kita adalah saling mengingatkan satu sama lain, bahkan Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman dalam ayat-Nya, bahwasanya dengan mengingatkan dan saling menasihati akan tercipta manfaat dan menciptakan kebaikan yang terus terjalin.

Orang-orang mukmin juga patut diingatkan, tidak hanya manusia yang biasa saja, karena kita adalah manusia yang berjiwa sangat lemah.

Orang Kafir dan Orang Beriman

Orang-orang kafir di hari kiamat, nanti mereka akan diberikan kesengsaraan dan azab dari Allah subhanahu wa ta’ala atas perbuatan yang mereka kerjakan selama hidup.

Orang orang yang zalim, mereka akan menyesal, karena dahulu mereka menyia-nyiakan waktu yang ada dan tak mau beribadah juga berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mereka menyombongkan diri.

Maka dari itu, selain tugas kita mengingatkan dan saling menasihati dalam kebaikan, kita juga diberikan nasihat untuk bersabar atas segala ujian dan cobaan yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita.

Orang-orang beriman akan diberikan kemudahan bagi Allah subhanahu wa ta’ala dalam setiap langkah yang dijalankan. Begitupun bagi orang yang kafir, Allah subhanahu wa ta’ala berikan rasa sulit dalam situasi agar mereka mengerti. Taatlah pada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menjaga kita dari segala hal yang melalaikan dan menyesatkan kita.

Kembali ke part 1 di sini.

Wallohu A’lam

Oleh Dewi Anggraeni 
Editor Muhammad Isra Rafid

This article have

0 Comment

Leave a Comment